Dampak AI (Artificial Intelligence) terhadap Masa Depan Seni Visual


Pernahkah Anda membayangkan bahwa sebuah lukisan indah bisa lahir hanya dari satu baris perintah teks? Era kecerdasan buatan telah tiba di dunia seni. Namun, pertanyaannya: di mana letak 'jiwa' sebuah karya jika kuasnya adalah algoritma? Mari kita bedah bagaimana seniman hari ini berkolaborasi bukan berkompetisi dengan AI.

Artificial Intelligence (AI) bukan lagi fiksi ilmiah. Dengan tools seperti Midjourney atau DALL-E, siapa pun bisa membuat visual menakjubkan dalam hitungan detik. Namun, apakah ini akhir dari seniman tradisional? Jawabannya: Tidak. AI adalah "kuas baru". Seniman yang sukses di masa depan adalah mereka yang mampu menggunakan AI untuk mempercepat ideation (pencarian ide) tanpa kehilangan sentuhan rasa manusiawi yang otentik.

Pesan Utama: AI adalah alat, bukan pengganti jiwa seni.


reff: https://www.theverge.com/23444685/generative-ai-art-copyright-legal-issues-stable-diffusion-midjourney

https://www.technologyreview.com/2022/09/16/1059598/ai-generated-art-is-everywhere-is-it-any-good/

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Aliran Surrealisme: Dari Salvador Dalí hingga Era Modern

Panduan Memulai Art Journaling untuk Kesehatan Mental